Mataku tidak bisa memadamkan rembulan
meski kepalaku membenturi matahari.
Sebidang langit senantiasa memanjakan
dengan jingga juga kuning emas.
Hatiku hanya serpihan debu,
semalam cuma pandai cemburu,
layaknya gugus bintang bima sakti
adu lari dengan lintang panjer wengi.
Di sini rinduku terbisik
Lestari, maafkan aku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar