Jumat, 18 April 2014

AKU INGIN MELAFAT BAHASAMU



 
ilustrasi: bewe

Siang hari mataku silau menatap dedaunan bertasbih
Sore hari surya bertutur tentang kerendahan hati
Petang hari lazuardi pun bersujud
Malam hari segenap cahya bertakbir
Begitu ingin aku melafal semua bahasa purba
Ya Robi,
di subuh hari ijinkan aku
menghangatkan jiwaku
dengan sebait sajadah yang lusuh


Kamis, 17 April 2014

DI SINI RINDUKU MELAUT

Mataku tidak bisa memadamkan rembulan
meski kepalaku membenturi matahari.

Sebidang langit senantiasa memanjakan
dengan jingga juga kuning emas.

Hatiku hanya serpihan debu,
semalam cuma pandai cemburu,
layaknya gugus bintang bima sakti
adu lari  dengan lintang panjer wengi.

Di sini rinduku terbisik
Lestari, maafkan aku

E M B U N

ilistrasi: Bewe


Embun itu selalu lahir di pagi hari,
padahal aku ingin dia hadir di sore hari.
Embun itu selalu akrab di daun dan rerumputan,
padahal aku ingin dia menempel di wajahku.
Dan matahari itu membuatku makin cemburu,
dia selalu bisa membagi ketulusan.
Matahari itu ikhlas menerbangkan zarah demi zarah
hingga kota yang bernama langit mejadi penuh makna.
Dan aku: makin tak mampu menyentuh hatimu,
meski itu hanya barang sekejab